Pererat Ukhuwah dan Silaturahmi Pemerintah Desa Caturtunggal Gelar Pengajian Rutin Al-Husna Bulan Oktober 2019

Berita Desa Caturtunggal
img
img
admin 18 Oktober 2019

Pererat Ukhuwah dan Silaturahmi Pemerintah Desa Caturtunggal Gelar Pengajian Rutin Al-Husna Bulan Oktober 2019

Caturtunggal.id- Kelompok Pengajian lingkup PKK Desa Caturtunggal, Al-Husna, menyelenggarakan silaturahmi dan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Jum'at siang, 18 Oktober 2019, yang bertempat di Pendopo Puspadenta Balai Desa Caturtunggal. Kegiatan rutin bulanan ini dilakukan secara bergilir, dan kali ini Padukuhan Mrican bertugas untuk mempersiapkan rangkaian acara pengajian tersebut.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi, berserta perangkat dan lembaga, Ketua TP-PKK Desa Caturtunggal, Dukuh se-Desa Caturtunggal, serta jamaah Al-Husna yang berjumlah kurang lebih 250 jamaah.

Agus Santoso, S.Psi, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Caturtunggal terhadap kegiatan pengajian rutin Al-Husna yang sangat bermanfaat untuk mempererat jalinan ukhuwah dan silaturahmi. Selain itu kegiatan ini juga menjadi tempat untuk belajar dan memperdalam ilmu agama.

Pada kesempatan ini juga disampaikan bantuan operasional dari Pemerintah Desa melalui Agus Santoso, S.Psi, selaku Kepala Desa Caturtunggal kepada Perwakilan Hadrah Nurhidayah, Padukuhan Mrican.

Adapun sebagai pembicara pada pengajian kali ini oleh Ustadz H. Suyanto, S.Ag, M.Si, dalam ceramahnya menyampaikan mengenai implementasi antara hubungan kepada ALLAH SWT dan hubungan sosial kepada sesama umat manusia. Ibadah manusia belumlah lengkap tanpa keseimbangan antara pelaksanaan habluminallah dan hablumiannas. Bahkan disampaikan karakteristik utama masyarakat Islam adalah adanya iman dan tawqa kepada ALLAH, yang berbanding lurus dengan akhlak atau perilaku sosial di masyarakat. Disampaikan pula contoh-contoh perilaku yang relevan dengan zaman sekarang.

Ustadz H. Suyanto, S.Ag, M.Si, lebih lanjut mengajak, dalam aplikasinya umat Muslim dapat meneladani sifat Rasulullah sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Kita barangkali ada sedikit salah-salah, mudah-mudahan cepat kembali kepada ALLAH. Kita mungkin tidak bisa meniru 100 persen, minimal aspek-aspeknya saja berapapun persennya akan sangat luar biasa kalau kita meneladani beliau. Mari kita selalu berusaha menyeimbangkan antara habluminallah dan hablumiannas," pungkas Ustadz Suyanto.

Selasai ceramah, ditutup dengan doa oleh Ustadz Suyanto dan dilanjutkan dengan shalat Ashar berjamaah.

Salam Caturtungal.. Lima Jadi Satu.. Maju !!!