Kepala Desa Caturtunggal Hadiri Silaturahmi dan Pengajian Rutin IPHI Bulan November 2019 Di Padukuhan Karangwuni

Berita Desa Caturtunggal
img
img
admin 10 November 2019

Kepala Desa Caturtunggal Hadiri Silaturahmi dan Pengajian Rutin IPHI Bulan November 2019 Di Padukuhan Karangwuni

Karangwuni, caturtunggal.id- Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ranting Desa Caturtunggal menyelenggarakan silaturahmi dan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 10 November 2019, yang bertempat di Masjid Al-Ittihad, Padukuhan Karangwuni.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi, berserta perangkat, Dukuh Karangwuni, Ketua IPHI ranting Caturtunggal, Drs. H. Suyuti Musthofa, M.Pd.I,. Pengurus IPHI ranting serta koordinator, anggota anak ranting, dan warga Padukuhan Karangwuni.

Agus Santoso, S.Psi, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Caturtunggal terhadap kegiatan pengajian rutin IPHI yang sangat bermanfaat untuk mempererat jalinan ukhuwah dan silaturahmi. Selain itu kegiatan ini juga menjadi tempat untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. 

Adapun sebagai pembicara Ustadz H. Muh Abbas, dalam ceramahnya menyampaikan mengenai keutamaan Surat Al-Ikhlas yang mengkaji mengenai tauhid. Juga disampaikan mengenai haji yang mabrur dan pentingnya menghindari perbuatan yang buruk, serta berusaha istiqomah dalam melakukan kebaikan dan perbaikan. Dari sisi istilah, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh ALLAH SWT, kemudian berdampak pada kebaikan diri, serta bermanfaat bagi orang lain. Mabrur tidak datang tiba-tiba, melainkan harus diusahakan, mulai dari sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan ibadah haji.

Kemabruran dapat dilihat dari aktivitas seseorang setelah melaksanakan ibadah haji. Setidaknya terdapat 3 (tiga) indikator, pertama meningkatnya pelaksanaan ibadah secara personal, kedua meningkatnya kualitas hubungan sosial atau horizontal, dan terakhir melahirkan empati terhadap orang lain/solidaritas sosial. Disampaikan pula kisah mengenai pentingnya menjauhi perbuatan syirik dan godaan syaitan dalam menyesatkan manusia. Dalam istilah jawa dikenal dengan "molimo", dengan menghindari judi, menjauhi zina, tidak mengambil yang bukan haknya, menjauhi candu dan minuman keras. Dengan menghindari perkara yang menjerumuskan tersebut, kehidupan moral manusia akan baik sehingga tercipta masyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera. 

Dalam kesempatan tersebut juga dihibur dengan penampilan kelompok Hadrah Nurul Huda Padukuhan Karangwuni.

Setelah acara pengajian, dilanjutkan dengan pembagian santuan sebanyak 30 paket sembako dari IPHI bersama Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi, kepada warga Padukuhan Karangwuni yang membutuhkan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bantuan operasional dari Pemerintah Desa Caturtunggal kepada takmir Masjid Al-Ittihad.

Lebih lanjut, Agus Santoso menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi dan pengajian rutin Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ini merupakan salah satu implementasi dalam rangka mengupayakan dan menjaga ke-mabrur-an haji dengan menebar manfaat dan kebaikan kepada semua orang. "Pemaknaan mabrur haji bukan hanya dalam segi vertikal ritual saja, namun juga dalam segi horizontal hubungan baik terhadap sesama manusia", pungkasnya.

Salam Caturtungal.. Lima Jadi Satu.. Maju !!!