Penjabat Kepala Desa Caturtunggal Hadiri Silaturahmi dan Pengajian Rutin IPHI Bulan Maret 2020 Di Padukuhan Blimbingsari

Berita Desa Caturtunggal
img
img
admin 15 Maret 2020

Penjabat Kepala Desa Caturtunggal Hadiri Silaturahmi dan Pengajian Rutin IPHI Bulan Maret 2020 Di Padukuhan Blimbingsari

Blimbingsari, caturtunggal.id- Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ranting Desa Caturtunggal menyelenggarakan silaturahmi dan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Minggu pagi, 15 Maret 2020, yang bertempat di Masjid Nurul Iman, Padukuhan Blimbingsari.

Acara ini dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa Caturtunggal, Munadi, S.Sos, melalui Sekretaris Desa berserta perangkat, Dukuh Blimbingsari, Ketua IPHI ranting Caturtunggal, Drs. H. Suyuti Musthofa, M.Pd.I,. Pengurus IPHI ranting serta koordinator, anggota anak ranting, dan warga Padukuhan Blimbingsari.

Aminudin Aziz, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Caturtunggal terhadap kegiatan pengajian rutin IPHI yang sangat bermanfaat untuk mempererat jalinan ukhuwah dan silaturahmi. Selain itu kegiatan ini juga menjadi tempat untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. 

Adapun sebagai pembicara Ustadz H. Munich B. Eedres, dalam ceramahnya menyampaikan materi mengenai diciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun yang dimaksud beribadah bukan berarti hanya sebatas ritual, namun juga dalam segala sektor kehidupan.

Selain itu, beliau juga membahas haji yang mabrur dan pentingnya menghindari perbuatan yang buruk, serta berusaha istiqomah dalam melakukan kebaikan dan perbaikan. Dari sisi istilah, haji mabrur adalah haji yang diterima oleh ALLAH SWT, kemudian berdampak pada kebaikan diri, serta bermanfaat bagi orang lain. Mabrur tidak datang tiba-tiba, melainkan harus diusahakan, mulai dari sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan ibadah haji.

Kemabruran dapat dilihat dari aktivitas seseorang setelah melaksanakan ibadah haji. Setidaknya terdapat 3 (tiga) indikator, pertama meningkatnya pelaksanaan ibadah secara personal, kedua meningkatnya kualitas hubungan sosial atau horizontal, dan terakhir melahirkan empati terhadap orang lain/solidaritas sosial. Disampaikan pula kisah mengenai pentingnya menjauhi perbuatan syirik dan godaan syaitan dalam menyesatkan manusia. Dalam istilah jawa dikenal dengan "molimo", dengan menghindari judi, menjauhi zina, tidak mengambil yang bukan haknya, menjauhi candu dan minuman keras. Dengan menghindari perkara yang menjerumuskan tersebut, kehidupan moral manusia akan baik sehingga tercipta masyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera. 

Setelah acara pengajian, dilanjutkan dengan pembagian santuan sebanyak 38 paket sembako kepada warga Padukuhan Blimbingsari yang membutuhkan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bantuan operasional dari Pemerintah Desa Caturtunggal kepada takmir Masjid Nurul Iman.

Lebih lanjut, Aminudin Aziz menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi dan pengajian rutin Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ini merupakan salah satu implementasi dalam rangka mengupayakan dan menjaga ke-mabrur-an haji dengan menebar manfaat dan kebaikan kepada semua orang. "Pemaknaan mabrur haji bukan hanya dalam segi vertikal ritual saja, namun juga dalam segi horizontal hubungan baik terhadap sesama manusia", pungkasnya.

Salam Caturtungal.. Lima Jadi Satu.. Maju !!!